SANG INSPIRASI

Aku yang mengenalmu cukup dekat,karena kita 'dulunya' adalah 'sepasang kekasih' yang sekarang menjadi 'mantan'. Yang awalnya kamu selalu hadir dalam hidupku,memberikanku segala apa yang belum ku ketahui sebelum ku mengenalmu,sekarang menjadi tau. Yang awalnya kamu hanya menjadi seorang penyemangat dalam hidupku,sekarang hanya berlalu saja.
Tidak menargetkanmu dan tidak terbesit dalam benak ternyata kau yang menjadi sumber inspirasi dalam hidupku. Meskipun kau yang selalu menyakiti,membuat menangis karena menahan sakit,tapi indahnya kau yang selalu membuatku tersenyum apapun yang kau lakukan meskipun terkadang garing.
Setiap ku tuliskan satu huruf saja itu bermakna hanya tentangmu,mungkin banyaknya orang merasakan hal yang sama sepertiku. Tidak ku sangka aku dapat berpikir sedemikian rupa,kamu yang telah menjadi segala cerita ini.

Kamu adalah sejarah. Tapi aku selalu menyukai sejarah itu,bukan pelajaran disekolah yang mengenai paleolithikum. Sebenarnya kamu dan paleolithikum sama,sama-sama membuatku sakit kepala jika terus di ingat. Bedanya,jika aku terus mempelajari paleolithikum dan sebagainya tentang sejarah pelajaran aku akan pintar, tapi jika aku terus mengingatmu aku menjadi orang bodoh yang terus menetap,ibarat hidup dijaman jahiliyah.

Paleolithikum tidak membuatku tertuju padanya untuk menjadikan sebagai inspirasi. Tapi kamu, selalu membuatku tertuju padamu untuk selalu jadikan semuanya sebagai inspirasi. Kamu yang telah membuatku mengerti apa yang tidak ku ketahui,kamu yang memberiku pengalaman meskipun banyak pengalaman yang ironi,kamu yang memberiku pelajaran meskipun banyak pelajaran yang selalu terulang. Karena kamu bukan hanya sejarah,tapi yang istimewa dihati.

Siapa yang akan menjadikan ‘mantan’ sebagai inspirasi dalam hidup kita? Seharusnya,mantan hanyalah mantan jangan jadikannya menjadi masa depanmu yang akan kelam. Karena biasanya,jika kita masih tetap menyayangi seorang mantan dan membawanya selalu seperti dora menggendong tasnya,itu akan banyak kejadian yang kelam. Aku terlalu berani untuk membawamu terus menelusuri jejak petualanganku seperti taro,aku jatuh……..ingin teriak dilubang yang sangat teramat gelap itu….tapi terlalu lama bangkitnya,setelah bangkit tak lama jatuh lagi,bahkan bukan hanya jatuh..justru aku malah memorry masa lalu tentang ‘kita’

Kamu yang begitu universal. Bisa dijadikan beberapa variasi dalam cerita. Ibarat cinta,cinta bisa tumbuh diseluruh manusia di dunia. Kamu yang menjadikan serangkaian cerita ini menjadi sumber inspirasi. Apakah kau mengetahui bahwa yang ku tuliskan itu sebenarnya darimu?

Sebenarnya apa yang membuatku tertarik untuk menjadikanmu menjadi inspirasi dalam cerita? Yaitu, kamu yang telah mengisi segala ruang dihati,segala ruang dihidup ku ini. Apapun yang telah kau tanamkan dulu,itu hal yang selalu ku ingat. Meski pahit,sedih,menyakitkan,menyenangkan,dan segala halnya bisa ku tuangkan di dalam cerita. Tapi kamu bukan seorang motivatorku yang bisa mengajarkanku untuk belajar tidak mengingat masa lalu,untuk belajar tidak mengingatmu,untuk belajar tidak gampang tergoda setiap kau datang lalu pergi lagi,tidak sama sekali…justru kau musuh yang harus disingkirkan. Karena bayangmu itulah yang selalu menghadangku setiap kali ku berniat untuk melangkah lebih jauh dari bayangan masa lalu bersamamu.

Segala cerita ini adalah inspirasi darimu,meskipun kau bukan seorang inspirasi untuk melangkah menjauhi masa lalu. Bagaimanapun kau adalah mantan yang bukan hanya seorang mantan,melainkan kamu ‘sang inspirasi’. Terimakasih untuk kamu yang selalu datang eh pergi lagi yang menjadi ‘Sang Inspirasi’

 
by: @secarasingkat // @anggiwidyaaa

Hanya Dapat Menunggu Kabar

Tak terasa hampir sebulan kita bersama. Tapi memang tak ada sebuah ikatan yang pasti,entah sepasang kekasih atau entah sepasang ttm dan entah sepasang sahabat saja. Itulah kedekatan yang tidak ku sangka sebelumnya,aku tidak menduga bahwa aku bisa dekat denganmu. Kita memang sudah saling kenal,tapi untuk dekat yang lebih seperti ini hanya kali ini.

Berawal memang hanya menjadi sebuah teman cerita. Bukan untuk saling memperhatikan,bukan untuk saling menyayangi,tapi hanya sebatas teman cerita. Yang awalnya aku dan kamu hanya bercanda,yang awalnya aku dan kamu memanggil ‘Gue dan Lu’ ,sekarang berubah dengan iringan waktu menjadi ‘Aku dan Kamu’. Yang tadinya aku tidak menaruh harapan,sekarang menaruh. Yang tadinya aku tidak memberikan perhatian,sekarang ada. Dan juga yang tadinya aku tidak khawatir akan seperti kamu tak kabar,sekarang khawatir. Mungkin aku yang terlalu berlebihan akan sikapku yang menjadi begini,kamu yang menyulapku untuk mempedulikanmu begitu singkat.
 
Setiap hari kita selalu berkirim dan berbalas pesan. Hingga tak ada jeda,kecuali saat kita tertidur dan saat kita bermain. Tapi diantara kedua itu,kita tetap saling memberikan kabar entah sesudah atau sebelumnya,kepastian kabar itu pasti selalu ada. Terkadang sikapmu yang kekanak-kanakkan membuatku suka tersenyum sendiri,jika berlebihan aku kesal juga sih hehe. Kerinduanku padamu itu sangat erat,karena sikapmu yang membuat rindu ini berkembang.
 
Setelah yang kita jalani hari bersama,lalui kebersamaan ini penuh dengan warna,tiba-tiba kamu menghilang. Entah itu kamu pergi atau memang sedang sibuk,aku memang tak mengerti akan hal itu. Kamu yang awalnya selalu memberikanku secuplik kabar,namun sangat panjang pesan darimu itu,hal itu juga yang membuatku kangen dengan kabar yang kau berikan. Dan kamu juga yang selalu membuatku tersenyum dan juga kesal,akan sikap dan sifatmu. Setelah itu kamu juga yang terkadang membuatku mencarimu ketika kamu mulai tidak membalas pesanku. 
 
Dan kini sudah seminggu kamu tidak mengabariku,memang aku tak ada hak untuk mengoyok-oyokmu untuk selalu bersamaku,karena kita tak punya status yang signifikan:-). Kesepian itu selalu menggiringku diheningnya malam dan dinginnya malam,serta kerinduan itu selalu menemaniku setiap harinya yang terus bergulir seperti roda. Aku adalah orang yang hanya dapat menunggu kabarmu saja,dan tak lebih.

 
By: @Anggiwidyaaa , @secarasingkat

TAK DAPAT DIPAKSAKAN

Suatu hal apapun yang terjadi karena dipaksa,karena terpaksa,ataupun memaksa itu takkan menghasilkan sesuatu yang baik. Jika kita melakukan sesuatu karena akibat keterpaksaan,hasilnya tak mungkin sesuai dengan apa yang tadinya kita dambakan. Karena sesuatu yang baik yaitu dari niat yang baik,dari diri sendiri,dan bukan ada unsur ‘Paksa’.

Memang hal itu perlu adanya usaha dan niat,tapi bukan untuk keterpaksaan semata. Banyak yang mengalami kegagalan untuk berpindah tempat kenyamanan dari satu titik,ke titik yang jauh lebih baik, Bisa juga disebut ‘Moveon Undeliv’. Sebab karena moveon belum berhasil antara belum ingin,dipaksa,memaksa,atau keterpaksaan itu. Ibaratnya seorang sahabat menasehati sahabatnya yang tak kunjung move,sebenarnya niatnya baik karena ia tak ingin sahabatnya itu meratapi kisahnya terus-menerus,ia kasihan terhadap sahabatnya karena mengalami gejolak didalam asmaranya sendiri. Contohnya ia mengatakan ‘Lo gaboleh disini terus,buat apa lo bertahan kayak gini tapi lo ga dipertahanin. Lo sadar dong! Lo cantik,baik,pinter siapa yang ga tertarik sama lo? Banyak diluar sana cowo yang mau sama lo. Tapi lo malah ngarepin cowo yang gak tau terimakasih,yang ga bersyukur punya cewek kayak lo.’ Demikian kata-katanya memang sangat tepat, tapi itulah..semua keputusan hanya kita yang dapat menentukkan sendiri. 
 
Dengarkan segala sesuatu masukkan dari beberapa pihak itu penting,karena jika nasehat itu benar dan tepat kenapa tidak untuk mencobanya? Terkadang kita sendiri yang mengabaikan suatu masukkan atau saran dari teman terdekat,atau pihak lainnya. Ibaratnya itu ‘hanya sepintas angin yang berlalu. Masuk telinga kanan,keluar telinga kiri.’inilah dimana cinta itu dapat membutakan mata,hati,dan telinga semua orang. Bagaimana cara kita menanggapi,melihat,merasa,dan mendengar itu semuanya terlewat. Tak ada yang tersaring apapun itu!Karena telah dibutakan oleh rasa itu. 
 
Ketika telah berniat untuk melangkah ketitik yang lebih jauh,tiba-tiba terhalang oleh palang yang besar. Sosokmu yang mencoba datang lagi menghampiri! Siapa yang dapat menolak jika kita masih menyayanginya? Terkadang niat itu pupus tak ada lagi. Tak memikirkan hal yang lalu yang sudah ia lakukan pada kita,tak peduli jika dulu ia telah menyakiti,itulah bodoh. Hanya berucap ‘Kau datang disaatku berniat. Kau tak hadir,ketika aku sedang bertahan dan menunggu. Bodohnya aku tidak memikirkan hal yang dulu kau lakukan padaku,jika aku pintar dan tidak memikirkanmu sudah ku usir ketika kau melangkah mencapi 2 meter dari hadapanku’. Para sahabat datang selalu menemani kesepian ini,aku tersenyum bukan dari hati,mereka begitu baik yang telah hadir disetiap semua situasi dihidup kita,karena sahabat yang tulus selalu hadir disituasi kita apapun kejadian itu,ia mencoba untuk mengubur kesedihan itu dengan tingkah dan celotehnya,lalu hilang sekejap kesedihan itu..ketika berakhir…kesedihan itu kembali hadir.
 
Karena yang kita ingin kan hanya dia. Dia orang yang mengelabuhi pikiran ini menjadi kelabu,Dia orang yang membuat arah yang berbalik dipikiran ini,Dia orang yang membuat segala nasehat dari beberapa pihak menjadi sirna. 
 
Jikalau kita memaksa untuk segera moveon,mungkin berhasil hanya sebentar bukan untuk lama. Kebanyakan jika karena adanya keterpaksaan,dapat memikirkan hal/seseorang yang dulu lagi. Lebih baik untuk menunggu waktu yang tepat,tapi tetap usaha bukan untuk dipaksakan. Suatu yang dipaksa takkan baik hasilnya,lebih baik dari hati meski lama,yang terpenting itu adalah niat dan usaha. Jika ada niat tak ada usaha,masih diangka 0. Maka semuanya harus disatukan! Yang menjalani kita bukan orang lain,terima masukkan dan saran itu penting. Bukan bermaksud untuk egois terhadap masukkan itu,tapi kitalah yang menjalani itu semua,jika kita tidak mau mendengar oranglain maka dengarlah hatimu sendiri. Setiap apa yang kita lakukan ada sebuah resiko itu,maka cermati. 
 
Selamat mencoba! Jangan pernah takut gagal,dan juga jangan pernah memaksakan segala sesuatu hal itu. Wajar ketika kita terjatuh,maka kita harus belajar. Yang tak wajar jika kita terus gagal;)

Harapan Itu Ternyata Kosong

Hari semakin cepat berganti. Tak terasa aku sudah lama kenal denganmu,semakin hari rasa sayang ini terus bertambah tak pernah kurang setetes pun,aku terlalu menaro harapan padanya. Hingga aku tak perbikir resiko terburuk yang akan terjadi nantinya,ku pikir semuanya baik-baik aja,ku pikir semuanya bener-bener sesuai yang apa aku harapkan tentang ‘Kita’. Aku seperti orang sombong yang tak berpikir resiko terburuk dalam kisah dan hidup ini, saat itu,Aku seperti orang yang berada diawan yang sangat tinggi untuk jatuh kebawah,Aku berpikir tak kan mungkin jatuh jika sudah setinggi ini,Aku berpikir tak kan mungkin ada hal buruk lagi yang terjadi pada kisah dan hidupku. Ku jalani dan telah jauh ku lalui bersamanya.

Semakin hari silih berganti aku terus lalui bersamamu,hati ini tertutup dengan lelaki lain selainmu,pikiran ini telah dikunci oleh satu orang saja yaitu ‘kamu’,dan mata ini rasanya hanya bisa tertarik padamu bukan orang lain. Harapan itu semakin besar,Harapan itu semakin buat kamu,dan buat kisah kita. Rasa itu semakin bertambah,tak berkurang dan hanya untukmu. Pikiran ini selalu memikirkanmu,tak terkecoh dengan hal lain dan tetap padamu. Mata ini tertutup,tertutup dari lelaki lain yang mencoba mendekati,karena mata ini hanya tertarik padamu. Hati ini terlalu kuat dan sangan terkunci untuk oranglain selain kamu,dan hati ini hanya berpihak padamu.

Tapi entah kenapa semuanya sedikit berubah..Ku pikir hanya begini saja masa iya aku rapuh,aku mendorong dan memotivasi diriku sendiri untuk tetap disini. Perhatiaanmu mulai kosong,ah aku biarkan dan tak kupedulikan,aku tetap kekeh tak kan terjadi apa-apa diantara kita. Kabarmu mulai tak ada,ah ini saja tak apa semuanya masih baik-baik saja,aku yakin dia tetap disini bersamaku. Rasamu mulai hilang buatku,inilah yang membuatku setengah jatuh dari awan itu,tapi aku merasa tetap yakin denganmu.

Kamu mulai hilang dariku. Perhatian,kabar,bercandaan,dan rasa itu mulai hilang buatku. Apakah memang benar? Benar kau hanya memberikan ‘Harapan Kosong’ itu buatku? Apakah kau orang yang sangat jahat yang bisa ku kenal sekarang? Aku masih ragu kamu seperti ini.

Tiba saatnya…Kau memilih pergi,pergi meninggalkanku,pergi meninggalkan hal yang telah kita jalani bersama tanpa ada ‘status’ dan ‘kepastian’ yang kau berikan buatku,pergi meninggalkan kesendirianku,pergi meninggalkan kenangan kita.

Aku lelah seperti ini,kamu menganggapku seperti mainan yang bisa saja kamu mainkan jika kau suka,kamu mengibaratkan seperti tissue jika kau sedih kamu mencari,jika tidak kamu membuang dan membiarkannya. Kamu menganggapku layaknya cewek yang bisa dimainkan saja. Karena kamu tidak paham dan tidak merasa menjadiku seperti apa. Karena kamu tidak diposisiku begitu sakit dan sedih mengalami ini. Karena kamu hanya memberikan ‘harapan kosong’ itu,hingga kamu membuatku terbang tinggi,karena kamu terlalu menjanjikan aku tak kan mungkin jatuh lagi kebawah.

Bertahan. Sampai tua bertahan seperti orang bodoh. Hampir 2 tahun hatiku masih tetap buatmu. Sedangkan kamu? Pergi jauh tanpa membawa beban,dan tanpa memikirkanku. Aku memang bodoh,ya bodoh karena ditipu,ya bodoh karena terlalu percaya,ya bodoh karena terlalu sayang,ya bodoh karena aku terlalu menutup hati,pikiran,dan mataku cuma buat kamu.

Aku terlalu jatuh. Susah untuk bangkit…aku ingin melupakannya. Sadarkan aku bahwa aku hidup didunia nyata bukan mimpi. Sadarkan aku Tuhan,bahwa semua hanya masa laluku. Sadarkan aku Tuhan,bahwa masih banyak orang yang menyayangiku. Sadarkan aku Tuhan,aku bukan wanita yang lemah melainkan tegar. Sadarkan aku Tuhan,bahwa dia telah pergi mencari orang lain yang ia cinta. Dan sadarkan aku Tuhan,bahwa aku harus bisa merelakan ia pergi untuk kebahagiaannya.

Aku selalu tetap berpikir positif tentangmu dan kejadian ini. Namun memang tak dipungkiri,hati ini memang menelan banyak kekecewaan tentangmu. Namun memang tak bisa dipungkiri,aku telah membencimu yang telah hadir dalam kisah cintaku. Namun memang tak bisa dipungkiri hingga sekarang aku masih menyayangimu,tapi kau tidak.

Rindu ini,dan sayang ini hanya bisaku tahan selama-lamanya. Tanpa ku beritahumu,tanpa kau tau,aku hanya bisa menahan dan menelannya seorang diri. Apakah kamu merasakannya? tidak!jelas tidak! Ingat,kamu hanya memainkanku seperti games,kamu hanya memberikanku harapan kosong dan tak ada kepastian sedikitpun. Aku lelah dengan rasa ini! rasa yang terus menyelimuti dan menggelayuti pikiran dan hatiku! rasa ini ingin ku buang dan ku lenyapkan dari hidupku.

Mengapa kau bisa, aku tak bisa? Aku harus bisa menjalaninya. Mengapa kau tak peduli,aku peduli? Aku terlalu berikan perhatian semuanya padamu,hingga sulit dihilangkan. Mengapa kau tega,aku tak tega? Aku terlalu menyayangimu,hingga aku tak ingin begitu padamu. Mengapa aku sayangmu,tapi kau tidak? Karena kamu hanya berikan harapan bukan perasaan:-)

Menjauh. Tapi aku tak ingin kau menjauh dariku,dari hidupku. Tapi jika tidak,kau bisa kembali untuk memberikan harapan kosong part 2,layaknya film. Tapi jika ya,aku kehilangan sosokmu yang tak mungkin bersamaku lagi,melainkan oranglain. Aku hanya bisa memandangmu dari kenangan dan mimpi jika hadir dirimu,hanya itu yang bisa ku lakukan sekarang.

Karena perasaanku hanya bisaku tahan,meskipun diberikan ‘Harapan Kosong’ 🙂

Aku Ingin Bilang,Tapi Ku Tahan

Hari ini mungkin tetap sama dengan hari yang lalu. Rasa hari ini mungkin tetap sama dengan rasa yang lalu,bahkan apa yang ku lakukan setiap hari dengan tentangmu hari ini selalu sama dengan hari yang lalu. Entah apa yang harus ku lakukan setiap hari,entah apa yang harus ku perjuangkan lagi setiap hari,yang sedangkan kerjaanku hanyalah memperhatikanmu. Memang kau jauh disana,bahkan hatimu tak lagi dekat denganku. Bukan maksudku aku tetap berharap bahwa aku dan kamu akan menyatu lagi..bukan! Tapi ini rasa yang sama sekali tak bisa aku pura-pura lagi,inilah rasa dimana tetap dan tetap untukmu. Aku memang sudah melangkah lebih maju dari yang lalu,hanya langkah dan bukan hati ini,mengapa hati ini terlalu kuat untuk rasa ini untukmu? Mengapa aku tetap bertahan meski tak mungkin? Mengapa aku tetap ada,meski kau tak ada? Andaikan kau tau apa yang sedang ku rasa..andai kau tau apa yang sedang ku tuliskan,andai kau tau juga apa yang sedang ku pikirkan. Tapi sayangnya hal yang terjadi kau yang takkan pernah tau hal itu. 

Usaha itu tetap aku lakukan. Mencoba melupakan,mencoba tidak memperhatikan,mencoba tidak menjadi seorang stalker,dan mencoba tidak mempunyai rasa sedikit pun untukmu itu selalu setiap hari ku coba. Apa yang harus ku coba lagi? Tuhan…jangan biarkan aku terlalu jatuh dalam hatinya. Tuhan…jangan biarkan aku selalu bertahan disini. Tuhan…aku sakit…aku terlalu lemah dikeadaan ini,aku ingin pergi dan tak ingin datang ke hatinya lagi. Tuhan…jika ini hanya membuatku melemah bukan kuat,tolong bawa dan izinkan aku untuk pergi dari sini. Tuhan…andai aku bisa bilang apa yang telah kurasakan padanya,tapi aku sadar ini tak mungkin harusku katakan. Tuhan..doaku hanya ini sajaa..dimana jika dia telah bahagia,biarkan aku juga bahagia. dimana dia telah melupakanku,biarkan aku yang selalu melupakannya. dan dimana dia telah jauh pergi,tolong biarkan aku lebih jauh dari ia pergi.
 
Sebenarnya ini memang sudah tak mungkin harus ku tutupi. Aku membohongi diriku sendiri,aku membohongi rasa ini. Tapi untuk apa harus ku umbar? Nyatanya kau yang takkan pernah peduli akan semua ini. Apakah memang benar kau yang tidak lagi menyayangiku lagi? Secepat itukah kau menghilangkan semuanya:”) mengapa aku belum sadar jugaaaaaaaa!! Heranku menanyakan sendiri pada diri ini,mengapa harus kau yang ku cintai bukan oranglain..yang jelas-jelas bukan kau yang mencintaiku lagi.
 
Aku ingin berlari….lari secepat kilat. Aku ingin tersenyum lepas lagi,bukan terpaksa seperti ini. Aku ingin terbang dilangit sana lagi,aku tau itu bukan kau yang membuatku terbang lagi layaknya apa yang telah kau lakukan dulu padaku…lalu kau juga yang menjatuhiku. 
 
Salahkah bila aku tetap disini??:’) aku tau aku bodoh. Bodoh karena aku tetap bertahan menyayangi orang yang sama sekali memudarkan rasanya padaku. Andaikan kau baca yang ku tuliskan,andaikan kau merasakan yang kurasakan sekarang……aku tak ingin berandai terlalu jauh hingga aku sulit untuk terbangun. Rasanya ini seperti menekan perasaanku sendiri jika terus ditahan.
 
Jika aku dapat mengatakan,aku akan mengatakan,meski kau tak mendengarku..tapi aku ingin semuanya baik-baik saja yang tak berubah sedikitpun. Andai aku bisa mengatakan ‘aku disini yang belum pergi,bahkan ntah kapan aku akan pergi. ntah kapan rasa ini akan hilang selama-lamanya. ntah kapan aku lelah bertahan,mulutku memang selalu mengatakan lelah,tapi ragaku yang tak ingin pergi yang takkan lelah untuk bertahan demi untukmu. aku ingin kita seperti dulu yang selalu menjadi kita,bukan menjadi seorang individu seperti ini. aku yang menyayangimu,tanpa balasan apapun itu. aku yang bertahan untukmu,meski hanya membuat menunggu. tapi inilah rasa dimana yang tak bisa dipungkiri. semua hanya bisaku tahan,tanpa aku ungkapkan.’ Sejujurnya..Aku Ingin Bilang,Tapi Ku Tahan. 

Kata Siapa Gabisa Moveon?

Awalnya memang susah,sulit,labil,bingung,dan takut untuk mencoba hal yang baru untuk dirasakan. Karena terlalu lama bersama dengan orang yang lama,disakiti tersakiti dikhinati dibohongi,namun dibalik kekurangan itu ada suatu yang lebih,yaitu sebuah pengorbanan. Memang segala sesuatu apa yang kita inginkan tentunya melalui proses dan pengorbanan,di dunia ini gak ada yang instan/langsung jadi. Kalau instan hasilnya juga gak akan bagus,jadi semuanya melalui proses.

Proses melupakan yang pernah terjadi dimasa lampau memang susah kok di lupakan,kata siapa gampang? Asal kita mau belajar buat ngelupain,asal kita mau belajar buat gak takut,semuanya akan lancar,asal kita mau membuka hati untuk siapapun diluar sana bukan hanya untukmu saja,asal kita ada usaha buat ngelakuin semuanya pasti gampang dan bisa kok pastinya. Tentunya ada sebuah resiko dibalik keputusan yang diambil,terima resiko segala sesuatu yang udah kita ambil keputusan. Hal pertama ketika aku memikirkan berulang kali,ketika aku memikirkan kamu,ketika aku memikirkan rasa ini yang masih terpendam untukmu,ketika aku masih memikirkan perasaanmu,ketika aku ingin tetap bersamamu. Sebuah Resiko yang pertama adalah menunggu,menyita waktu,menguras bathin,bersabar dan menahan. Hal kedua ketika aku memikirkan berulang kali,ketika aku memikirkan untuk pergi,ketika aku memikirkan untuk melupakanmu,ketika aku memikirkan seolah takkan pernah peduli denganmu,ketika aku harus berpura-pura untuk tidak menyayangimu lagi. Sebuah Resiko yang kedua adalah kehilangan kamu yang aku sayang.

Pertamanya perasaan ini campur aduk. Antara ya/tidak untuk moveon dan membuka hati ini untuk tidak tertutup yang akan melepaskanmu pergi begitu saja. Selalu memikirkan untuk berulang kali,supaya tak terjadi penyesalan nantinya diantara keputusan itu. Tapi untuk apa jika aku pilih tidak? Ada gunanya kah? Tak ada guna sekalipun,karena kamu yang sudah tidak memikirkanku lagi yang takkan pernah memikirkanku lagi,karena kamu menghilangkan seluruh rasa itu untukku,karena kamu melunturkan segala yang pernah terjadi diantara kita. Tapi jika aku pilih ya? Aku akan kehilanganmu untuk selamanya,takkan pernah menyatu dan kembali. Untuk apa aku bertahan terlalu lama untukmu..jika kamu saja tidak memperdulikan hal itu,untuk apa aku mempunyai rasa yang selalu menahan..karena percuma jika aku ungkapkan,untuk apa aku memperdulikanmu..jika kamu saja tidak memperdulikanku. 

 Stop! Pergilah dan jangan kembali dalam kisah cintaku! Jangan pernah datang jika kau hanya untuk datang dan pergi,jangan pernah datang jika kau hanya ingin menyakitiku lagi. Aku sudah lelah menahan rasa sakit ini seorang diri. Andaikan kau tau itu…tapi rasanya kau yang takkan pernah tau,yang takkan pernah peduli dengan apa yang ku rasakan sekarang.

 Dentingnya waktu yang terus memutar tanpa berhenti,andai aku bisa memutar dan memberhentikan waktu itu walau hanya sebentar saja. Andai aku bisa mengulang saat bersamamu,andai aku bisa memberhentikan waktu ini  hanya sebentar saja. Aku tau aku hanya bisa berangan,aku seperti layaknya hidup di dalam mimpi ,aku seperti layaknya hidup di keadaan yang indah-indah saja.. Hati ini yang kembang-kempis kayak balon,andai balon itu tak pernah kempes pasti ia akan selalu terbang yang takkan pernah jatuh,bebas terbang kemana ia pergi tanpa ia harus memikirkan dimana dan kapan ia akan jatuh. Jemari-jemariku yang selalu menuliskan cerita cintaku dengannya,dimana jemari-jemari ini menjadi saski dimana disaat kau menggenggamku,dimana disaat aku sedih kau memelukku dengan pelukan yang hangat,aku ingat yang takkan pernah lupa akan semua kejadian itu yang sekarang tinggal kenangan.

 Saat kau pergi,aku sepertinya lupa bahwa masih ada orang yang menyayangiku,aku sepertinya lupa bahwa diluar sana masih banyak ikan-ikan dilaut,aku sepertinya lupa bahwa aku masih bisa meraih bintang meski tanpamu,aku juga sepertinya lupa bahwa bukan hanya kaulah yang bisa membahagiakan dan menyayangiku,dan aku juga lupa bahwa aku bebas untuk terbang menggapai bintang disana.

 Walau hati ini tertutup dan terbuka walau hanya sedikit saja,orang yang lama ku kenal dulu sekali ternyata datang lagi. Awalnya memang tidak menawarkan cinta,awalnya memang sebatas teman cerita,awalnya memang hanya sebatas teman. Tapi karena waktulah yang menggiring cinta itu tumbuh diantara aku dan orang yang lama itu,karena cinta butuh proses untuk menyatukan satu hati menjadi satu cinta. Aku yang berawalnya ragu untuk mencoba hal yang baru,aku yang berawal takut untuk membuka hati sangat lebar untuk orang itu,tapi tiba-tiba…

 Entah mengapa kau bisa meyakinkanku semua akan baik-baik saja,aku yang takkan pernah menyakitimu seperti orang yang dulu kamu sayangi,aku yang akan selalu menggegam jemarimu yang tak ingin ku lepaskan,begitulah saat ia selalu meyakinkaku untuk bersamanya. Rasanya tak ada yang tak mungkin di dunia untuk semuanya akan baik-baik saja,rasanya tak ada yang tak mungkin di dunia ini bahwa aku telah membuka hatiku untuk oranglain,rasanya di dunia ini sangat adil terhadap apa yang terjadi,semuanya pasti ada timbal-balik disetiap apa yang kita lakukan.

Mataku telah terbuka,Hati ini juga tak lagi tertutup,namun langkah ini masih terlalu melangkah kecil untuk kedepan sana,walaupun mata dan hati ini tak lagi tertutup tapi kaki ini rasanya masih agak sulit untuk langkah yang besar. Apakah aku masih menyayangi orang yang dulu? Untuk apa aku sayangi tapi aku tak disayang,untuk apa mencintai tapi tak dicintai. Jangan biarkan aku yang selalu tetap mencintaimu! Jangan biarkan aku yang selalu memikirkanmu yang dulu. Saat ini ada orang yang telah menyikirkanmu dari hatiku,melenyapkanmu dari seluruh hidupku.

Kini bukan kau yang ku cintai lagi,tapi oranglain yang ku sayangi saat ini. Kini bukan kau yang aku pedulikan,tapi oranglain yang ku pedulikan. Pergilah! jika itu sudah pilihan yang akan membahagiakanmu nantinya,meski sulit tapi ku coba,karena kau lah yang membiarkanku pergi seorang diri yang kini telah dijemput oranglain. 

Karena semua telah direncanakan oleh Tuhan. Aku yang mengatur rencana sedemikian rupa untuk selalu bersamamu bukan oranglain,tapi rencana itu berkehendak lain,yang kini kau pergi dan aku bersama oranglain.

Semuanya gaada yang sulit asal kita mau jalani tanpa ada keraguan. Jika kita ragu jangan pernah lakukan,karena hasilnya juga tak mungkin baik. Semuanya gaada yang sulit jika mau moveon,asal kita udah yakin buat meninggalkan dan melenyapkan orang yang dulu. Jangan pernah bawa masalalu kamu untuk dibandingkan disaat ini,karena semuanya berbeda yang tak sama. Masalalu hanya menjadi pelajaran untuk kedepan lebih baik yang tak terulang lagi kesalahannya.

Alhasil semuanya saat ini baik-baik saja,semoga kedepannya selalu semakin baik. Jangan pernah bilang gabisa moveon,asal ada usaha dan niat yang baik kok. Kata Siapa Gabisa Moveon?:-) kalau gamau menunggu lebih lama dan membuat jenuh,lebih baik cari hal yang baru kedepannya.

Ada Rasa Yang Lebih Diantara Persahabatan

Jujur? Memang sulit dan menyakitkan apabila dipikir dan dilakukan,memang pahit jika diliat. Namun,dibalik keburukan itu ada sebuah hikmah yang terjadi pada kita. Aku jujur tentang rasaku,rasa yang tak bisa dipungkiri selamanya,rasa yang selalu semakin bertambah setiap harinya,rasa yang selalu menimbulkan harapan besar disetiap kejadian bersamanya. Aku jujur tentang rasa yang lebih diantara persahabatanku,aku menyayangi wanita yang sekaligus menjadi sahabatku sejak kecil,kisah ini layaknya film REFRAIN.

Ketika kita ditakdirkan untuk menjadi sahabat. Rasa itu butuh proses untuk menjadi rasa yang besar seperti yang ku alami. Kebahagiaan,keceriaan,kesedihan,kebercadaan,suka dan duka selalu kita berbagi. Denganmulah aku tau arti persahabatan sejati itu. Apakah aku salah jika aku mempunyai rasa yang lebih padamu, sahabat? Apakah iya aku salah jika aku ingin kamu menjadi kekasihku yang lebih dari persahabatan ini, sahabat? Mungkin aku memang terlalu salah jika aku mempunyai rasa ini,namun inilah yang diizinkan tuhan yang mempunyai rencana kalau aku menyayangimu layaknya sepasang kekasih. Aku berusaha mengeluarkan apa yang ku rasa padamu,aku berusaha jujur dengan rasa ini padamu,tapi hal yang terjadi kau menolakku dan mengabaikan kejujuran dan rasa ini. Wanita itu menolak karena ia tak ingin merusak persahabatan yang sudah dijalin sejak kita kecil,ia tak ingin merusak keindahan dan kesucian persahabatan kita,ia tak ingin menyakitiku,ia tak ingin aku menjauhinya ketika kita menjadi seorang kekasih lalu putus,ia tak ingin aku meninggalkannya ketika aku merasa bosan padanya,dan ia ingin semuanya baik-baik saja seperti dulu.

Akulah yang merangkul dan memeluknya ketika ia bersedih,aku yang menghiburnya ia merasa bosan,dan masih banyak hal yang selalu kita lakukan yang sangat indah di persahabatan ini. Aku tetap berpikir positif dengan segala keputusannya,meskipun aku kecewa dengan keputusan itu,tapi apa yang ia katakan hal yang benar dan terbaik untuk kita..

Sejauh ini semuanya lancar..dan kita kira semuanya selalu akan baik-baik saja..
Mengapa rasa itu semakin bertambah jika aku tetap selalu bersamanya,rasa itu semakin bertambah jika aku selalu menatapnya,dan rasa ini semakin terbiasa menetap dihatiku. Namun rasa kecewa itu mulai ada jika aku terus memandang dan memikirkanmu. Harapan itu semakin besar jika aku harus terus denganmu,karena aku terlalu menyayangimu hingga aku seperti ini.

Wanita yang ku sayang yang menjadi sahabatku telah dimiliki oranglain. Ku relakan kau untuk mencari apa yang kau cinta,siapa yang kau sayang,dan siapa yang dapat membahagiakanmu yang kau inginkan,karena itu semua bukanku orangnya. Aku ingin tetap bersamamu ketika kau telah dimiliki orang lain,tapi apakah aku sanggup untuk melihat orang yang ku sayang dibahagiakan bersama orang lain? aku ingin tetap berpura-pura kuat dan tersenyum ketika kau menceritakan kisah barumu dengannya. Tapi Aku seorang manusia yang mempunyai perasaan sayang yang tak bisa ku pungkiri bahwa hal itu menyakitkan.

Sahabatku, aku ingin pergi sebentar saja untuk menghilangkan rasa yang terlalu besar untukmu,untuk menghilangkan segenap harapan ini. Bukan maksudku aku lari dari kenyataan ini yang tak bisa menerimanya,bukan. Bukan maksudku untuk melupakanmu,bukan maksudku untuk mengakhiri persahabatan ini,bukan maksudku untuk aku meninggalkanmu selamanya,bukan maksudku aku bersikap layaknya anak kecil,bukan maksudku aku egois,dan bukan maksudku untuk tak bersikap dewasa. Namun ketahuilah,aku melakukan ini supaya aku bisa netral dengan keadaan ini,yang tak punya rasa yang lebih diantara kita,hanya rasa memiliki seorang sahabat saja. Aku bahagia jika ini pilihanmu untuk bahagia meskipun aku tak rela,aku cuma ingin terlihat tegar didepanmu seolah aku sungguh sangat baik dikeadaan ini

Ketika rasa ini mulai padam,ketika aku ingin kembali bersamamu sahabatku,ketika itu juga kamu menyudahi hubunganmu dengan orang itu,ketika itu aku merasa bimbang..Apakah aku salah menghilangkan rasa ini? Apakah aku salah aku menemuimu sekarang? Apakah aku salah jika aku pergi waktu itu? Apakah aku salah aku kembali diwaktu itu? Tuhan,tolong berikan hal yang terbaik untuk aku dannya, Tuhan,tolong pastikan rasa ini masih ada atau sudah hilang?:’)

Angin yang berhembus simpang siyur yang tak ada kepastian kencang atau biasa yang ada pada hidup ini. Hal yang tak membuat menyangka adalah kau…meminta ku untuk mengembalikan rasa yang lebih itu diantara persahabatan ini.Jelas tidak! Tidak bisa! Aku ibarat permainan saja yang bisa kau mainkan persaanku ini. Rasa yang takkan pernah bisa dipaksa,rasa butuh waktu yang memunculkan segala rasa itu ada. Jika kau minta itu kembali,maka aku akan pergi yang takkan pernah mengganggumu lagi,maka disaat itulah persahabatan kita berakhir,karena aku tak mau menyakitimu layaknya orang yang dulu kamu sayangi itu. Jika kau mengerti apa yang ku rasa,jangan memintalah perasaan itu untuk kembali lagi,biarkan kita bersahabat seutuhnya tanpa ada rasa yang lebih diantara persahabatan kita.

Biarkanlah kamu bahagia dengan apa yang kau cinta,aku sudah rela melihat kenyataan ini. Bukan aku ingin menyakitimu seperti dulu kamu mengecewakanku,tapi inilah hal yang terbaik untuk kita.

Persahabatan itu melebihi dari sepasang kekasih!:-)

Bukan Dia Yang Aku Harapkan,Tapi Kamu.

Heningnya malam,heningnya pagi.. Hingga setiap hari selalu hening dalam hidup ini. Ketika dunia mempersembahkan sebuah kehidupan untuk ku,ketika Tuhan menyiapkan sepasang hati untuk menyatu,ketika Tuhan sudah mentakdirkan segala kehidupan kita didunia dan diakhirat nanti. Dan kinilah Tuhan mempersembahkan cinta padaku,mengizinkan ku untuk mempunyai rasa terhadapmu,mengizinkanku untuk mengenalmu,dan mempersembahkan kamu masuk kedalam cerita cinta ini.

Semakin lama dekat..semakin lama juga rasa ini bertambah besar..semakin besar harapan itu terjadi. Menjalani dengan hati yang tak bisa lari darimu,inginku coba menahan untuk tidak terlalu sayang tapi tak bisa,aku takut….takut terjadi keulang yang dulu. Dimana saat itu kamu telah meninggalkanku pergi tanpa pesan atau kabar secuplik pun,dimana disaat itu aku sungguh telah menyayangimu..tapi kamu tidak memikirkan apa yang telah ku rasa. Tapi mengapa kau bisa menahanku untuk tidak meninggalkanmu saja,ketika kamu bisa melakukan itu tapi aku tak bisa. Inginku meninggalkanmu dan tak memikirkanmu lagi..tapi kenapa tetep gak bisa! Apa yang telah ku lakukan pada diriku sendiri,membiarkan kebodohan ini ada lagi.

Keraguan itu menyerangku setiap saat. Dimana aku memikirkan hal yang dulu terjadi karenamu,sedemikian hingga aku menetapkan apa yang harus aku pilih. Diantara banyak pilihan yang telah menghampiri,diantara banyak yang lebih darimu,diantara masih banyak ikan-ikan dilaut,diantara masih banyak orang yang menyayangiku (mungkin),namun kau tetap menjadi orang yang ku pilih bukan oranglain.

Hati ini telah menetap padamu,sepertinya aku telah membeli hatimu untukku. Bukan menyewa hatimu yang seakan-akan,akan pergi nantinya,tapi aku tidak ingin pergi,aku ingin disini. Aku bertahan ketika kau meninggalkanku begitu saja,aku bertahan ketika kau menyakitiku tanpa bersalah,aku bertahan ketika kau telah dimiliki orang lain..sebenarnya aku yang gatau diri/bodoh? Inilah cinta yang diselimuti kebodohan besar. Lelaki lain coba mendekati silih berganti,lelaki lain coba memberiku cinta bukan hanya menawarkan,bahkan memberi. Lelaki lain coba memberiku rasa kasih sayang itu,tapi mengapa tetap engkau yang harus ku pilih,seberapa pentingkah dan seberapa baguskah kamu buatku? menyakiti sudah,meninggalkan sudah,kurang apalagi:-)

Pilihan itu ternyata salah besar. Ketika aku selalu berharap bahwa kamu dan aku akan menjadi ‘kita’,ketika aku selalu berharap kamu orang yang mencintaiku bukan oranglain yang ku inginkan,ketika aku itu butuh perhatian lebih darimu bukan dari orang lain,ketika aku ingin dirimu bukan oranglain,ketika aku tidak hanya ingin berharap tapi ingin terwujud,dan ketika aku mengaharapkanmu tapi kau tidak,melainkan oranglain yang mengharapkanku. Aku butuh kepastian tapi kau selalu mengelak setiap aku ingin kepastian itu,kenapa kau mengelak? kenapa kau tidak menjawab setiap aku tanyakan kepastian? Tinggal jawab Ya/Tidak butuh waktu sekian abad lamanya kah? aku bosan,tapi tetap menunggu. aku lelah,tapi tetap bertahan.Ku hiraukan semua lelaki-lelaki yang mencoba mendekati,karena aku setia pada satu cinta,setia pada satu orang,setia pada omonganku yang telah kuucapkan,dan aku bukan cewek pengalus layaknya cewek jaman sekarang yang cantik-cantik.

Kepastian itu telah terbukti..terbukti dengan pilihanmu yang meninggalkanku lagi akhirnya. Ku kira aku dan kamu akan menyatu lagi,tapi ternyata tidak. Ternyata kebahagiaanmu bukan dariku,ternyata cintamu bukan untukku, dan ketika hatimu takkan bisa ku miliki lagi. Oranglain lah yang mencoba membuatku bangun dari mimpi yang terlalu dalam hingga membuatku susah kembali,mereka menyayangiku tapi aku tidak menyayanginya,mengatakan bahwa ‘aku menyayangimu meski kau telah tidak menanggapi kedeketan yang telah ku lakukan. tapi aku serius sayang kamu,bukan main-main. mau kah kau untuk menjadi kekasihku?’ kata-kata itulah yang aku harapkan darimu untuk mengucapkan padaku yang memecahkan segala kehingan ini,tapi kata-kata itulah yang diucapkan orang lain yang bukanku harapan.

Aku jatuh yang kesekian kali. Tapi memang sangat bodohnya aku selalu mengaharapkanmu kembali,aku seperti orang yang sangat egois di dunia ini yang tak ingin kamu bahagia bersama oranglain. Ini butuh waktu,melupakanmu yang tega meninggalkanku kesekian kali,tidak memikirkanmu yang hanya bisa ku anggap sekarang adalah yang tak pernah kenal. Pergilah! Pergi dari pikiran ini! Pergilah.dari hidup dan hatiku. Aku ingin bebas untuk menyayangi oranglain,bukan menahan diri karena memikirkanmu saja.

Tetap pada satu pilihan. Hanya kamulah bukan oranglain. Rasa itu tetap ada bukan untuk oranglain. Dan Bukan Dia Yang Aku Harapkan,Tapi Kamu..Kamu orang yang telah meninggalkanku sekian kali tapi aku tetap bertahan.

Segala apa yang kita pilih tentu ada resiko. Lakukan hal yang terbaik yang telah kamu pikirkan secara matang tidak labilisasi atau adanya keraguan,tapi pikirkan resiko terburuk dari tindakan itu:-D

Aku Telah Jatuh Di Dua Hati

Awalnya aku hanya mencintai satu orang,yang aku yakini hanya dialah yang aku cintai bukan yang lain. Seiring berjalannya waktu semakin berubah,darimu dan dariku juga,bukan salahmu memang, jika keadaan ini begini,mungkin memang aku bukan wanita yang setia pada satu orang. Tapi apakah ini sepenuhnya salahku? Apakah aku salah jika aku mencintai orang lain? Apakah kamu tidak memikirkan mengapa aku bisa melirik orang lain? Sadarkah kau telah meninggalkan ku beberapa kali lalu kembali? Sadarkah kau yang terlalu sering menyia-nyiakanku, tapi aku tetap bertahan? Apakah kau sadar aku seperti ini karena sikapmu yang berubah-ubah? Ku rasa tidak.

Ketika beberapa orang lelaki awalnya mencoba mendekatiku,yang terkenalnya aku adalah wanita sombong yang tak ingin berkenalan dengan lelaki lain,aku bukan sombong..tapi aku hanya menjaga hati ini untuk satu orang dan tak berbagi. Hingga seiring lamanya,datang seorang lelaki yang ku kira aku takkan kepincut dengan hadirnya,ternyata salah besar…aku memilihnya diantara lelaki-lelaki yang mendekatiku dan selain orang yang pertama berada dihati ini, mengapa? Aku bingung dengan rasa ini benar atau tidak. Keraguan aku untuk menyayangi oranglain memang ada,disaat orang yang pertama dan orang yang kedua sama-sama orang yang ku cintai. Mungkin memang hanya beberapa persen menyayangi orang yang kedua,tapi dia hebat,satu-satunya lelaki lain yang bisa membuka hatiku untuk oranglain bukan hanya satu.

Aku dekat dengan keduanya,namun inilah kelemahannya. Dimana aku dekat dengan dua lelaki yang sama-sama aku sayangi tanpa kepastian yang jelas atau hubungan tanpa status,aku tetaplah berjaga jarak dengan orang yang baru masuk kedalam hati ini. Saatnya dimana aku jujur dengan rasa ini yang telah terbagi,aku jujur terhadap orang yang pertama,sepahit apapun yang terjadi nantinya inilah sebuah resiko,resiko inilah yang harus aku terima,pikirkan hal yang terbaik adalah kejujuran meski pahit,resiko terburuk jika dia akan meninggalkanku pergi. Aku jujur! semuanya tetap baik,tapi rasanya ada yang ganjel dalam kisahku dengan orang pertama,aku menanyakan yang seharusnya aku tanyakan benar-benar,agar ia tak tersakiti dengan semuanya. Jika kau ingin pergi karena aku seperti ini,aku rela,ini memang salahku jika harus menyayangi oranglain bukan hanya satu.

Yang ku pilih adalah kau(orang pertama) karena hati ini terlalu besar untukmu. Ku kira setelah itu akan ada kejelasan di kedekatan kita,ku kira aku dan kamu akan menjadi kita yang akan menyatu kembali. Karena tiba-tiba sikapmu telah jauh berbeda,aku maklumin. Ketika yang tak ku sangka adalah kau juga dekat pada wanita lain,seperti cerita kisah yang ku alami,tapi bedanya kau yang tak pernah jujur dengan persaanmu sendiri. Itulah yang terjadi kesekian kali untuk kau pergi meninggalkanku ketika aku tetap memilihmu bukan orang yang kedua,demi seorang wanita yang mencintaimu.

Berjalannya waktu. Kamu memilih wanita lain dibandingkanku yang sudah cukup lama dekat denganmu,tragisnya setelah lama dekat kau meninggalkanku begitu saja.

Maafkan ku yang harus menyakiti dengan kisah ini. Dimana kisah ini aku yang mencintai dua orang sekaligus. Awalnya aku berkira setia untuk satu cinta dan satu orang,yang takkan terbagi,yang takkan ada oranglain dapat masuk dalam hati ini. Semuanya telah berubah karena beberapa faktor yang menjadikanku seperti ini. Maafkan Aku Telah Jatuh Di Dua Hati,yang membuatmu meninggalkanku meski aku tetap memilihmu bukan dia.

Jika kamu mencintai dua orang. Pilihlah orang yang kedua,karena jika kamu benar-benar cinta pada orang yang pertama,kamu takkan jatuh hati pada orang yang kedua.